Musibah Konstruksi

image

Serem ya judulnya? Tapi isinya ngga serem kok. πŸ˜€

Mau bahas apa kali ini? Kita keluar topik dulu sejenak. Kali ini ngga ada hitung-hitungan, ngga ada analisa-analisaan, ngga ada desain-desainan, ngga ada pusing-pusingan. Kita coba merenung dan mengamati fakta yang ada di sekitar dunia kita, dunia konstruksi, dunia teknik sipil.

Kita kan udah tau, dalam mewujudkan suatu bangunan konstruksi, apapun itu, paling tidak ada 2 tahap penting: Perencanaan, dan Pelaksanaan.

Di tahap Perencanaa, si Insinyur punya tugas bagaimana mendesain sebuah bangunan konstruksi yang kuat. Kuat dalam arti tidak runtuh/collapse sewaktu difungsikan, maupun sewaktu menghadapi kondisi yang datang dari lingkungan. Rumah misalnya, ngga boleh ambruk ketika ditinggali, jangan sampai rubuh ketika terjadi gempa, ngga rusak ketika ada badai, dll. Inti dari semua itu kan cuma satu… jangan sampai ada korban nyawa atau terluka parah.

Jadi, ujung-ujungnya, yang dilakukan oleh si Insinyur hakikatnya adalah melindungi nyawa dan keselamatan manusia. Ngga jauh beda lah sama dokter πŸ˜€ Makanya sebagai Insinyur Teknik Sipil, seharusnya kita bangga :D, tapi yang ada di mata masyarakat malah Insinyur Sipil itu ngga ada bedanya dengan (maaf) kuli bangunan yang berpakaian rapi πŸ˜€

 

construction

Nah, bagaimana pula sewaktu tahap Pelaksanaan? Apa yang sering kita lihat dan kita dengar memang agak-agak miris. Musibah Konstruksi justru lebih sering terjadi pada saat pelaksanaan, dan korbannya adalah para pekerja konstruksi tersebut. Iya nggak? Kecelakaan kerja, frekuensinya lebih tinggi daripada kegagalan konstruksi pada masa layan itu sendiri. Tingkatnya pun bervariasi, mulai dari luka ringan sampai merenggut nyawa.

Penyebabnya macam-macam lah, mulai dari yang Teknis sampai Non-Teknis. Faktor Teknis misalnya, kesalahan metode konstruksi, kurangnya tenaga untuk mengawasi pekerjaan, pelaksanaan yang tidak memperhatikan kondisi alam, dll. Sementara faktor Non-Teknik lebih banyak kepada kesadaran pekerja akan keselamatan sehingga banyak pelanggaran-pelanggaran kecil yang ujung-ujungnya berakhir kepada kecelakaan. πŸ™‚

image  image  image

8 thoughts on “Musibah Konstruksi

  1. Rossi Aryani

    Artikel anda sangat menarik, pembangunan konstruksi dari langkah awal memang harus diperhatikan secara teliti. Kami jg memiliki tulisan yg membahas mengenai teknik sipil, anda bisa mengunjunginya di Pusat Studi Teknik Sipil

    Reply
  2. Afret Nobel

    Jika perencanaan dan pekerjaan di lapangan dilakukan dengan baik dan benar, maka kecelakaan kerja bisa diminimalisir atau dihilangkan.
    Peranan penting mulai daari perencana, pengawas dan pelaksana harus benar-benar jujur dan baik.

    Reply
  3. fitri

    pekerjaan konstruksi memang hrs diawasi salah salah penulangan dsb bisa menyebabkan bangunan rubuh..,untuk pekerja bangunan jg hrs dilindungi keselamatan kerjannya ga hanya ditutut kinerjanya hrsnya ada sosialisasi jg untuk pekerja2 mengenai prosedur keselamatan kerja mengingat resiko kerja yg tinggi

    Reply
  4. dewi mala

    Keselamatan kerja itu penting, walaupun saya belum menggeluti dunia kerja di bidang ini tapi saya menyadari akan kepentingan itu .

    Reply
  5. tuwanto

    Kalau ngaku engineer tentunya hal yang dijauhi adalah kegagalan konstruksi, kecuali force mayor tentunya. Namun dalam pelaksanaan konstruksi,bukan engineer yang melakukan, tetapi para pekerja. Jadi foktor pengawasan yang kurang dapat menjadikan kegagalan. Sebagian pekerja akan sungguh-sungguh bila dalam pengawasan, namun bila sebaliknya, kita tidak tahu. So, sobat semua, kita memang harus antisipasi dengan WasKat ( Pengawasan Melekat ). Salam

    Reply
  6. arya

    Emang knp ya rata2 kontraktor seperti itu apalagi bila menanggani proyek pemerintah tambah parahh, spesifikasi bahan n materialnya

    Reply
  7. edi surya

    memang masih banyak owner yang masih kurang sadar soal keselematan pikirannya cuma cari untung…..saya sering melihat owner selalu menanyakan : yang murah mana….dan marah bila dikasih tahu biaya besar…., kalau yang mengerti keselamatan baik manusia ataupun sewaktu operasional…..sebaiknya tukang insinyur memberikan data tehnik sebelum memberikan harga barang dan akibat sampingan bila dengan harga murah……

    Reply

Boleh komentar di sini