Kita tentu sudah mengenal fungsi-fungsi yang umum digunakan di Excel, misalnya fungsi MAX, MIN, LOOKUP, AVERAGE, SQRT, dll. Tiap-tiap fungsi mempunyai tugas yang berbeda-beda. Kita dapat melihat semua fungsi yang ada di MS Excel melalui menu Insert->Function.
Tidak jarang pula kita mengalami kesulitan sehingga harus menggunakan dua atau lebih fungsi Excel. Misalnya ketika ingin mencari nilai maksimum absolut dari suatu range. Maksimum absolut maksud saya di sini adalah nilai maksimum tanpa mempedulikan tanda positif atau negatif. Yang sering melakukan analisis struktur khususnya ETABS, SAP atau sejenisnya, sering menjumpai kondisi di mana kita akan mengambil nilai momen lentur maksimum (tanpa melihat tanda positif atau negatif).
Misalnya saja, ada data-data sbb:
250, 300, -325, -258, 278
- Kalau kita gunakan fungsi MAX() maka hasilnya adalah 300.
- Kalau kita gunakan fungsi MIN() hasilnya -325, yang nilai absolutnya lebih besar daripada 300.
- Solusinya, kadang kita membuat fungsi kompleks
=IF(MAX(range)>ABS(MIN(range)),MAX(range),MIN(range))
Yang artinya: jika nilai maksimum range lebih besar daripada absolut minimum range, maka ambil nilai maksimum, jika tidak, ambil minimum.
Bagaimana kalo kita bikin fungsi sendiri saja? Biar lebih gampang. Apalagi kalo fungsi itu sering digunakan. Kita tidak perlu lagi mengetik fungsi di dalam fungsi. Apalagi kalau terlalu banyak menggunakan buka-tutup kurung, jangankan si pengguna, MS Excel-nya saja kadang suka “mumet” kalau terlalu banyak buka-tutup kurungnya :) Kadang-kadang begitu selesai mengetikkan fungsi, ternyata ada kesalahan, misalnya kurang tanda tutup kurung, penempatan koma atau titik koma yang salah, dll.
A. Membuat Fungsi ABSMAX
Fungsi ini kita namakan ABSMAX sajalah, yang artinya Absolute Maximum. Fungsi ini nggak ada di default Excel lho. Coba saja ketik ‘=ABSMAX(A1)’, niscaya Excel akan menampilkan pesan kebingungan. :D
Perlu diingat, penamaan fungsi sifatnya bebas yang penting belum ada di dalam fungsi standar MS Excel. Mau pake nama fungsi FUNGSIJURAGAN juga bisa. Tapi kan sebaiknya nama fungsi merepresentatifkan maksud dan tujuan fungsi tersebutTapi, ada beberapa aturan penamaan, misalnya:
- tidak boleh pake spasi
- harus diawali oleh huruf
- boleh pake angka
- tidak boleh karakter lain, kecuali underscore (_)
- hurup besar (kapital) hurup kecil sama saja
- tidak boleh pake kata kunci VB, misalnya dim, single, then, dll
- dll..
Itu aja sih.. :)
Next, ikuti saja step-step berikut:





Ukuran matriks A adalah 4×3, matriks B adalah 3×2, sehingga matriks C nanti harus berukuran 4×2.


Suatu hari seorang rekan minta tolong dibikinin macro di Excel. Dia punya permasalahan, ada sebuah file spreadsheet (Excel) berisi output ETABS – saya juga kurang jelas waktu itu output apa (sepertinya sih reaksi tumpuan), yang jelas terdiri dari 6 kolom: FX, FY, FZ, MX, MY, dan MZ. Kami rasa para pembaca sudah “pamiliar” dengan simbol-simbol di atas. Nah, dia tuh pengen “membuang” baris-baris yang FX, FY, dan FZ-nya bernilai 0 alias zero. Kalau misalnya datanya cuma ada 50 baris sih nggak masalah, hapus manual saja. Tapi data yang dia punya ada 4000an data! Butet dah.
Komentar Terakhir