Tag Archives: Beton

Rangkak Beton? Beton Bisa Merangkak??

Itu pertanyaan yang muncul di kepala saya begitu pertama kali mendengar istilah Rangkak Beton. Gimana caranya?? Open-mouthed smile Lagian, kenapa istilahnya rangkak?? Kayak bayi aja merangkak? Hehe

Baiklah… saya coba kasih tau rahasianya. Istilah itu diterjemahkan mentah-mentah dari istilah bahasa Inggris, creep. Menurut pengertian secara etimologi – saya copy-paste saja dari internet:

creep

krēp/

verb

1. move slowly and carefully, especially in order to avoid being heard or noticed.

Atau, kalo diterjemahkan ke bahasa pribumi… bergerak secara perlahan dan hati-hati, dengan tujuan biar ngga kedengaran atau ketahuan.

Kata kuncinya, bergerak secara perlahan, dan ngga ketahuan (terdeteksi).

Nah… fenomena ini yang terjadi pada beton… beton bisa “bergerak” dan nyaris ngga bisa diamati pergerakan itu. Soalnya terjadinya sangat lama dan sangat kecil. Sangat lama itu artinya dalam hitungan bulan bahkan tahun.

Beda dengan lendutan elastis (seketika) yang bisa diamati pada saat beton diberi beban. Saat itu juga kita bisa mengukur berapa lendutan, atau perpendekan yang dialami oleh beton. Tapi pada fenomena creep, ngga seperti itu.

Nah, karena di bahasa pribumi kita ngga ada padanan kata yang paling cocok untuk fenomena seperti itu, maka dipakelah terjemahan mentah-mentah dari istilah creep.. yaitu rangkak.

image

Seperti Apa Beton Merangkak?

Continue reading

Advertisements

PCACol – Cara Cepat Membaca Hasil Run

PCACol adalah software analisis dan desain kolom beton bertulang. Salah satu kelebihan dari software ini adalah fitur dan tampilan yang sederhana, tapi sangat kompak dan padat informasi. Tidak heran jika PCACol adalah salah satu software desain kolom beton yang sangat populer. Saat ini PCACol sudah berubah wujud menjadi Structure Point (tetap keluaran PCA juga), nama dan interfacenya aja yang diubah.

Ngomong-ngomong, seperti yang sudah kita tau, mendesain kolom beton itu relatif lebih susah daripada balok beton, soalnya kita harus membuat diagram interaksi P-M, yang bentuknya seperti ini…

diagram interaksi kolom

 

Continue reading

Contoh Perhitungan dan Desain Balok Beton dengan SAP2000 (bag 1)

Ada contoh kasus seperti gambar di bawah ini:
SAP2000 balok 001

Versi SAP yang kami gunakan adalah SAP2000 Student Version 7.4.0, gratis, jadi tidak ada beban moral untuk digunakan dan disebarluaskan. 🙂

Model SAP2000 dari balok di atas adalah seperti gambar di bawah. (klik untuk memperbesar)
SAP2000 balok 002

Untuk menggambar model tersebut dengan cepat, bisa dengan menggunakan cara:

  1. Klik menu File → New Model From Template (pastikan unit yang aktif adalah kN-m)
  2. Pilih “Continuous Beam” (pojok kiri atas)

    SAP2000 balok 003
  3. Continue reading

Dasar-Dasar Beton (4) Komposisi dan Pencampuran Beton

adukan beton

Adukan Beton direncanakan sedemikian rupa sehingga beton yang dihasilkan dapat dengan mudah dikerjakan dengan biaya yang serendah mungkin tentu saja.
Beton harus mempunyai workabilitas yang tinggi, memiliki sifat kohesi yang tinggi saat dalam kondisi plastis (belum mengeras), sehingga beton yang dihasilkan cukup kuat dan tahan lama.
Adukan (campuran) beton harus mempertimbangkan lingkungan di mana beton tersebut akan berdiri, misalnya di lingkungan tepi laut, atau beban-beban yang berat, atau kondisi cuaca yang ekstrim.

PROPORSIONAL
Reminder: Beton adalah campuran antara semen, agregat kasar dan halus, air, dan zat aditif.

Komposisi yang berbeda-beda di antara bahan baku beton mempengaruhi sifat beton yang dihasilkan pada akhirnya. Pembagian ini biasanya diukur dalam satuan berat. Pengukuran berdasarkan volume juga sebenarnya bisa, dan lebih banyak dilakukan pada konstruksi skala kecil, misalnya rumah tinggal.

Continue reading

CheatSheet Struktur Beton

cheatingCheatsheet adalah lembaran contekan. Anak-anak sekolah, pelajar, dan mahasiswa tentu sudah familiar dengan benda yang satu ini. Benda ini sangat membantu ketika ujian. Tapi… hanya sekedar membantu memperoleh nilai, atau paling banter hanya membantu untuk memperoleh kelulusan. Kalau memang ada pelajar yang memperoleh nilai bagus dengan bantuan cheatsheet, maka dia adalah pelajar yang berbakat. Berbakat untuk melakukan kecurangan-kecurangan lain di masa depan. Hehehe..

Continue reading

Grafik Cepat Hitung Balok Beton

Nah, karena judulnya adalah grafik cepat, maka jenis balok yang didesain juga bukan balok yang aneh-aneh, melainkan jenis balok yang paling sederhana, yaitu balok persegi (bukan balok T) Cara paling cepat desain balok beton adalah dengan menggunakan dan sedikit analisa grafik.. 🙂

Grafik hubungan \dfrac{\phi M_n}{bd^2} versus \dfrac{A_s}{bd} sebenarnya sudah banyak terdapat di buku-buku yang membahas desain balok beton bertulang. Di sini kami coba membuat grafik yang sama. Tapi, kami coba tidak sekedar memberi grafik, tapi juga membuat grafik, bagaimana menurunkan persamaan grafik tersebut.
Continue reading

Dasar-Dasar Beton (3) Sampel Beton Untuk Pengujian

book1_21869_image002

Ada dua pengujian yang utama yang dilakuan terhadap beton, yaitu :

  1. SLUMP Test
    Slump Test bertujuan untuk menunjukkan Workability atau istilah bakunya kelecakan (seberapa lecak/encer/muddy) suatu adukan beton.
    Lihat Bagian 2
  2. COMPRESSION Test atau Tes Uji Tekan
    Tes Uji Tekan ini bertujuan untuk mengetahui berapa kekuatan yang bisa dicapai beton tersebut. Test Uji Tekan ini tentu saja dilakukan pada saat beton sudah mengeras.

Test tersebut harus selalu dilakukan dengan hati-hati. Test yang kurang memperhatikan prosedur yang baik dan benar dapat memberikan hasil yang tidak tepat.
Continue reading

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Mendesain Kolom Beton Bertulang

logo_perspective01 Artikel ini membahas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika mendesain elemen-elemen struktur khususnya struktur gedung.
Untuk bagian yang pertama kali ini, elemen yang dibahas adalah KOLOM.


A. Analisa

  1. Jenis taraf penjepitan kolom. Jika menggunakan tumpuan jepit, harus dipastikan pondasinya cukup kuat untuk menahan momen lentur dan menjaga agar tidak terjadi rotasi di ujung bawah kolom.
  2. Reduksi Momen Inersia
    Untuk pengaruh retak kolom, momen inersia penampang kolom direduksi menjadi 0.7Ig (Ig = momen inersia bersih penampang)

B. Beban Desain (Design Loads)

Yang perlu diperhatikan dalam beban yang digunakan untuk desain kolom beton adalah:

Continue reading