Category Archives: Dasar

Menghitung Momen Inersia Penampang Bersusun

Ngga jarang kita temui penempang struktur baja yang terdiri dari lebih dari satu penampang tunggal, misalnya, double siku (2L), double channel (2U), bahkan ada yang sampai 4 siku.

Penampang bersusun ini kadang dianalisis sebagai satu penampang utuh, bukan penampang yang berdiri sendiri. Sehingga, dalam analisis maupun desainnya, parameter penampangnya pun harus parameter gabungan.

Misalnya, luas penampangnya adalah jumlah dari seluruh luas penampang yang ada dalam penampang bersusun tersebut. Tentu ngga masalah bukan? Tapi, parameter lain seperti momen inersia tentu ngga bisa dijumlahin begitu saja.

Masih ingat artikel yang satu ini? Nah, dasar-dasar perhitungan momen inersia sudah pernah kami bahas berabad-abad yang lalu. Sekarang mari kita coba pada kasus yang sering ditemui di kehidupan nyata (baca: proyek)

Continue reading

Advertisements

Balok Untuk Nyebrang Parit: Berdiri atau Tidur?

Tulisan ini dikutip dari sebuah diskusi di halaman facebook DTS.

Kasusnya adalah:

Misalkan anda punya sebatang balok kayu, katakanlah ukurannya 5×10 cm. Balok itu akan digunakan untuk menyeberangi sebuah parit yang cukup lebar, kebetulan panjang balok cukup. Masalahnya, bagaimana anda akan meletakkan balok itu? Apakah pada posisi berdiri (lebar 5cm, tinggi 10cm) atau posisi tidur (lebar 10cm, tinggi 5cm)?

truss05

Continue reading

Momen Inersia Juga Bisa Dikurangkan

Pada dasarnya, dalam operasi matematika khususnya geometri, sesuatu yang bisa dijumlahkan, tentu bisa juga dikurangkan. Atau dengan kata lain, pengurangan sama dengan penjumlahan negatif. Contohnya waktu mencari luas atau volume sebuah bentuk. Bentuk T misalnya.
Balok T

Luas bentuk T di atas bisa diperoleh dengan menjumlahkan persegi-persegi panjang yang menyusun bentuk T tersebut. Bisa dengan cara ini:

Continue reading

Momen Inersia Segitiga

gambar_19527_image001Menghitung Momen Inersia Segitiga

Setelah membahas perhitungan momen inersia bentuk persegi, kali ini kita akan coba hitung sendiri momen inersia segitiga, soalnya bentuk ini juga merupakan bentuk geometri dasar yang banyak digunakan.

Khusus untuk structural engineering, bentuk penampang segitiga mungkin sangat jarang digunakan untuk dijadikan penampang elemen struktur. Bentuk trapesium sendiri bisa dikatakan gabungan dari lebih dari satu penampang persegi dan atau penampang segitiga.

Trapesium sebagai bentuk gabungan segitiga-segitiga

Penampang balok jembatan biasanya paling banyak menggunakan bentuk-bentuk gabungan persegi dan segitiga.

Penampang balok girder jembatan

Sementara bentuk segitiga terpancung, bisa kita lihat pada salah satu pondasi tipe minipile (pondasi tiang pancang yang ukurannya penampangnya relatif kecil).

Pondasi minipile penampang segitiga

Pondasi minipile penampang segitiga

Continue reading

Menghitung Momen Insersia (2)

Sebenarnya saya lagi menyusun contoh perhitungan balok beton yang lengkap. Tapi karena kelamaan, mending saya lanjut saja sedikit artikel tentang momen inersia. Nulis ini nggak lama kok.. 🙂

Pada bagian sebelumnya, kita sudah mengetahui formula dasar momen inersia sebuah bangun datar terhadap sumbu netralnya

I_x=\int y^2 dA

Kalo momen inersia terhadap sumbu yang BUKAN sumbu netral, formulanya adalah

I_{x'} = I_x + Ay^2

Nah, kali ini kita coba bermain dengan bentuk persegi yang lebih kompleks. Salah satu bentuk persegi yang kompleks adalah bentuk profil baja WF sederhana. Saya sengaja pakai kata “sederhana” karena profil baja WF ini benar-benar tersusun dari bentuk dasar persegi. Sementara profil WF yang sebenarnya biasanya ada tambahan bentuk lengkung di daerah-daerah “ketiak” alias pertemuan pelat badan dan pelat sayap.

Continue reading

Menghitung Momen Inersia

Momen inersia penampang adalah salah satu parameter geometri yang sangat penting dalam analisis struktur. Untuk penampang yang beraturan, seperti persegi, formula untuk menghitung momen inersia \dfrac{bh^3}{12} saya yakin kita sudah hapal di luar kepala, bahkan sambil merem juga bisa.

Formula nenek moyang dari momen inersia terhadap sumbu x adalah:

I_x = \int y^2 \, dA

Kalo untuk sumbu y, yaa tinggal ditukar aja.. y menjadi x, x menjadi y.. gitu aja kok repot. 🙂

I_y = \int x^2 \, dA Dari formula dasar itulah kita bisa menurunkan formula momen inersia untuk bentuk geometri apapun!

Continue reading