Selamat datang di duniatekniksipil, sebuah dunia yang membahas obrolan ringan seputar teknik sipil khususnya bidang struktur beserta obrolan-obrolan lain yang menunjang bidang keilmuan sipil-struktur tersebut.
Ringan dan menarik, itu yang berusaha kami berikan di dunia ini. Ringan dengan harapan mudah dipahami dan dimengerti, khususnya bagi penggelut dunia teknik sipil. Menarik dengan harapan pembaca tidak akan bosan untuk berkunjung ke dunia ini.
Teringat kata pepatah, “harta akan habis jika diberikan ke orang lain, sebaliknya ilmu justru akan menancap semakin dalam jika dibagikan kepada orang lain”. Atas dasar itulah kami berinisiatif untuk menancapkan ilmu yang sudah kami peroleh lebih dalam lagi. Kami bukan ilmuwan, kami bukan seorang ahli struktur, kami bukan seorang pendidik maupun pengajar, kami bukan gudang ilmu, kami bukan dewa pengetahuan. Justru kami masih sedang belajar. Belajar untuk mencari tau. Belajar untuk berbagi. Belajar untuk belajar.
Wassalam,
juragan@duniatekniksipil.web.id
irawan agustiar
thank’s…
Angga
Nice blog…
:)
agsadarma
Semangat yang patut diajungi jempol…. teruslah belajar dan berkarya. Salam
Usman Ali
Assalam mualaikum,
Alhamdulillah akhirnya saya menemukan guru yang baik & rendah hati.bang, saya ingin bergabung di web ini apakah bang iwal bersedia memberikan ilmunya kepada saya.mohon balasannya.trims n semoga ilmu bang iwal bermanfaat dan mendapat ridho Allah SWT. Amiiinn
komarudin
mas saya mau nanya kalau cara menghitung lendutan pada balok kolom itu (kontruksi gebe) bagamana, sebelumnya terimakasih banyak.
Muhammad Ryan
Gan,.. mau tanya
Kalo menurut peraturan, beban hidup bisa di reduksi 0,7 atau 0,3 pada perhitungan gaya geser gempa.
Pertanyaan saya, bagaimana cara mereduksi beban hdup tersebut pada program Etabs..
Terima Kasih
admin
Reduksi beban hidup ada macam-macam.
1. Reduksi waktu menghitung berat total Wt, untuk menentukan gaya geser dasar (base shear), sesuai persamaan

Wt adalah berat sendiri bangunan + 100% beban mati + beban hidup direduksi. Besarnya reduksi berbeda-beda tergantung jenis bangunan, contoh untuk kantor faktor reduksinya adalah 0.3. Silahkan lihat tabel tentang Koef Reduksi Beban Hidup pada PPPURG 1987 (Peraturan Pembebanan).
2. Reduksi tingkat. Khusus untuk menghitung kolom atau dinding yang memikul beban gravitasi. Tentang ini pernah dibahas di sini.
3. Reduksi sewaktu menghitung balok induk dan portal. Sesuai PPPURG 1987, beban hidup yang bekerja pada balok induk atau portal boleh direduksi. Pengalaman kami, untuk desain bangunan baru, reduksi ini sangat jarang digunakan. Tapi untuk pengecekan bangunan lama (eksisting), reduksi ini boleh dipertimbangkan.
4. Reduksi kombinasi pembebanan. Di SNI Baja dan SNI Beton, pada kombinasi pembebanan antara beban mati, beban hidup, dan beban lateral (angin atau gempa), beban hidup boleh direduksi menjadi 0.5 kecuali untuk garasi, ruang pertemuan, dan ruangan yang beban hidupnya lebih dari 5 kPa (500 kg/m2).
Mohon dikoreksi jika ada kekeliruan.[]
aswanto
Pak, terimakasih atas pencerahannya…terimakasih juga karena Anda sangat rendah hati..
ronaldy
halaman website ini merupakan halaman favorit ke 2 saya stelah facebook,hehehe,saya suka dengan penjelasan2juragan mengenai pemecahan masalah2 dibidang teknik sipil yang mungkin bisa dicerna bagi saya yang baru aja lulus,klo bisa tambah lagi materi2nya biar orang2seperti saya yg baru lulus bisa menjadi engineer yg kelulusannya bisa dipertanggungjawabkan, semoga Allah membalas amal juragan . . aminnnn