SNI-Beton : Jarak Antar Tulangan

Kadang sewaktu mendesain struktur beton bertulang, kita ingin menggunakan tulangan yang sangat banyak atau justru sangat sedikit. Jika tulangannya banyak, maka jarak antar tulangan menjadi sangat rapat, sebaliknya jika sedikit, maka jaraknya menjadi renggang. SNI-Beton-2002 sebenarnya sudah memberikan batasan jarak atau spasi antar tulangan baik itu untuk balok, kolom, pelat, maupun dinding.

Batasan Spasi Tulangan menurut pasal 7.6 SNI-2847-2002

  1. Jarak bersih antara tulangan sejajar dalam lapis yang sama tidak boleh kurang dari 25 mm.
  2. Jika tulangan terdiri dari lebih dari satu lapis (baris), maka jarak bersih antar baris tulangan adalah 25 mm.
  3. Untuk kolom, boundary element pada dinding geser, atau dinding yang mempunyai confinement (sengkang pengikat), jarak bersih antar tulangan utamanya adalah minimal 1.5d_b  atau 40 mm (mana yang terbesar).
  4. Pada dinding dan pelat lantai, tulangan lentur utama jaraknya harus kurang dari 3x tebal pelat (dinding) atau 500 mm (mana yang terbesar).

spasi-tulangan1

(sing palas… singkat padat jelas.. :D)

Semoga bermanfaat.[]

21 thoughts on “SNI-Beton : Jarak Antar Tulangan

  1. Mustakim

    Bagus isinya. Untuk Daerah gempa seperti di Papua bagaimananya desain tulangan untuk ruko atau ruting lebih 2 lantai agar aman dan tidak mudah retak antara beton dan dinding?

    Reply
  2. samonlanan

    Selamat pagi.

    Saya sedang mencari referensi tentang balok perangkai dan kebetulan menemukan artikel Anda. Saya punya pertanyaan sbb:
    1. Kapan sebuah balok disebut balok perangkai?
    2. Apakah sebuah balok yang menghubungkan 2 buah dinding geser yang sejajar dapat disebut balok perangkai? ( sebuah balok dengan arah tegak lurus terhadap 2 dinding geser yang sejajar ).

    Saya mohon penjelasannya Pak. Terimakasih.

    Reply
  3. ANDRI PUASMANTO, AR

    Salam kenal…

    Artikel-artikel anda sangat membantu saya…. terimakasih sebelumnya pak.
    ada pertanyaan saya ini pak????
    1. balok spandrel itu apa ya pak??
    2. apa kita perlu analisa dulu perhitungan beton rumah tinggal lantai 2???? atau ada cara praktisnya untuk mengetahui dimensi nya serta ukuran tulangan yang dipakai??? tolong jawaban mya ya pak””””

    Reply
    1. admin

      @pak andri. terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

      1. balok spandrel biasa disebut link beam, atau balok perangkai. Sepanjang pengetahuan kami, istilah spandrel memang jarang digunakan dalam praktek, tapi di referensi/literatur maupun di dalam software analisis/desain struktur istilah itu sering dipakai. Spandrel adalah balok yang menghubungkan antara 2 dinding geser (shear wall), fungsinya sebagai link atau penghubung.

      2. Untuk rumah 2 lantai, kalau ukuran bentangnya standar, dan penggunaan ruangan lantai 2 juga standar (untuk keperluan hunian) tidak perlu dihitung. Biasanya arsitek sudah tau berapa ukuran yang sering digunakan. Tapi, jika ada kasus khusus misalnya jaran antar kolom cukup jauh (6 m misalnya), atau, di lantai 2 nanti mau diletakkan beban yang cukup berat misalnya water tank, bak air atau torren, itu perlu perhitungan khusus. Untuk cara praktisnya hampir tidak ada, karena banyak faktor yang menentukan. Misalnya 2 hal di atas sudah dibahas yaitu panjang bentang dan beban, selain itu ada faktor lain, mutu beton, jenis tulangan (ulir atau polos), jumlah bentangan (satu bentang atau menerus), jarak antar balok, dan juga kadang ada perlakuan khusus untuk balok yang memikul dinding bata di atasnya.
      Simpelnya, kalau saya ditanya untuk kamar tidur bentang balok 5 m, ukuran dan tulangannya berapa? Jawabannya sangat banyak pilihannya. Kalau mau praktis, lebih baik desainnya tidak aneh-aneh.. :) jadi bisa refer ke bangunan lain yang serupa.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>