Nah, bagian terakhir dari serial desain balok beton ini adalah bagian yang penting namun kadang diabaikan, yaitu kontrol lendutan dan retak. Setelah ini baru kita lihat contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari. :)
Beton punya sifat susut dan rangkak. Susut adalah pemendekan beton selama proses pengerasan dan pengeringan pada temperatur konstan. Sementara rangkak terjadi pada beton yang dibebani secara tetap dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu pada balok beton dikenal istilah short-term (immediate) deflection dan long-term deflection.
Kontrol Lendutan Balok Pada SNI 03-2847-2002
Kita tau kalau lendutan itu adalah fungsi dari kekakuan yaitu perkalian antara modulus elastisitas beton
dengan inersia penampang
, lebih populer dengan istilah
. Ternyata eh ternyata… lendutan itu harus dibatasi, karena itu menyangkut masalah kenyamanan. SNI-Beton-2002 kali ini dengan tegas membuat butir tersendiri, yaitu butir 9.5 tentang Kontrol Terhadap Lendutan.

Pada butir 9.5(2), dikatakan bahwa jika lendutan harus dihitung, maka lendutan yang terjadi seketika (immediate deflection) dihitung dengan metode atau formula standar untuk lendutan elastis, dengan memperhitungkan pengaruh retak dan tulangan terhadap kekakuan struktur.
Pengaruh Retak dan Tulangan Terhadap Kekakuan Struktur.
Balok beton bisa retak ketika menahan momen lentur. Sewaktu serat bawah tertarik (momen positif), beton sebenarnya bisa menahan tegangan tarik tersebut, tetapi seperti kita ketahui bahwa kuat tarik beton sangat kecil.
SNI-Beton-2002 membatasi untuk beton normal, kekuatan beton dalam menahan tarik akibat lentur adalah
.
ini biasa dikenal dengan tegangan retak.
Sementara momen lentur yang dapat menyebabkan terjadinya retak ini adalah

adalah momen inersia penampang utuh, termasuk lebar efektif sayap pada balok T atau L.
adalah jarak dari garis netral penampang ke serat bawah penampang beton.
Jika momen lentur yang terjadi kurang dari
, maka penampang tidak retak, sebaliknya jika lebih dari
maka penampang akan retak.
Memangnya Kenapa Kalau Balok Retak?
Ketika balok retak, penampang menjadi tidak utuh lagi. Balok yang semula ukurannya 300×500 misalnya, menjadi tidak efektif lagi, yaaa.. mungkin tinggi balok yang masih utuh (tidak retak) hanya sekitar 300 atau 250 mm.
Oleh karena itu, momen inersia yang dipakai bukan lagi
, melainkan lebih kecil lagi. Jika momen inersianya menjadi lebih kecil, lendutannya tentu bertambah besar. Itulah sebabnya faktor keretakan penampang balok ini menjadi hal yang sangat penting.
Bagaimana Menganalisis Penampang Retak?
Metode yang digunakan adalah metode transformasi. (wuih.. mirip-mirip Transformers gitu ya?). Yaaa.. mirip-mirip lah. Tapi yang ini bukan robot yang berubah menjadi mobil, pesawat, dll. Tapi balok beton yang berubah menjadi robot. (!?) Yang ditransformasi adalah baja menjadi beton. Keren kan?
Kenapa harus ditarnsformasi?
Yaaa… untuk mempermudah perhitungan. Kan seperti kata pepatah.. kalo bisa dipermudah kenapa harus dipersulit? Gitu aja kok repot..! :D
Sewaktu terjadi momen lentur (positif), serat bawah balok kan mengalami tarik dan retak. Ketika retak, tegangan tarik itu dipikul seluruhnya oleh tulangan baja. Untuk menghitung lendutan, butuh momen inersia penampang. Jika penampang tidak homogen, susah ngitung momen inersianya. Makanya tulangan bajanya perlu ditransformasikan menjadi beton.

Ada sebuah faktor yang dinamakan dengan rasio modular, yaitu perbandingan antara modulus elastisitas baja terhadap modulus elastisitas beton.

Sehingga,

inilah luas beton yang ditransformasikan dari luas tulangan baja.
Menghitung Momen Inersia Transformasi Penampang Retak

Prosedurnya :
- Hitung lokasi garis netral
terhadap serat atas, dengan persamaan:



,
adalah luas penampang transformasi dari tulangan baja, 

- Dari persamaan tersebut, diperoleh persamaan kuadrat
,
sehingga nilai
bisa dihitung. - Hitung momen inersia retak, sebagai berikut:

Momen Inersia Efektif 
yang dihitung diatas belum boleh digunakan buat menghitung lendutan saat retak. Parameter
harus menggunakan
seperti yang sudah disebutkan di SNI-Beton-2002.
Bagaimana menghitung
?
-

, adalah momen layan, momen service atau momen kerja (bukan ultimate)

tidak boleh lebih besar daripada
.
Selesai…
fiuh.. buru-buru sih.. kejar tayang.. makanya agak-agak bijimanaa gitu.
next : langsung contoh kasus lah… biar puas..puas.. puaasss..
kusnadi
bagaimana menghitung penampang balok beton bertulang yang terdiri dari dua lapis, lapis diatas beton kuat, lapis bawah beton lemah. maksudnya adalah kuat lenturnya dan kuat gesernya, trms .
ganti franceska
pak, mana lebih irit kolom ato bulat dan kotak? kekuatannya ?
admin
Kolom bulat secara struktural lebih stabil karena kekakuannya merata ke segala arah, kekangannya juga lebih bagus jika menggunakan sengkang spiral, dan faktor reduksi φ juga lebih besar daripada kolom kotak. Intinya dengan luas penampang dan rasio tulangan yang sama, kekuatan aksial tekan kolom bulat LEBIH BESAR daripada kolom kotak.
Tapi untuk kekuatan lenturnya (dalam hal memikul momen akibat beban lateral), kolom kotak masih lebih kuat.
Mana yang lebih murah? Yang jelas pembuatan bekisting (framework) utnuk kolom bulat sedikit lebih rumit daripada kolom kotak. Otomatis biaya pelaksanaan lebih tinggi.
CMIIW.[]
indra
boleh ga pak bangunan bertingkat 3 struktur penulangannya di modofikasi.. untuk mendapatkan nilai ekonomis…. misalkan… diameter tulangan pada tiap lantai.. diper kecil… dan bagai mana cara perhitungan beban-beban yang bekerja… moho bantuan nya…terima kasih
admin
@indra.
Memodifikasi tulangan boleh saja, asalkan persyaratan struktur tetap harus dipenuhi, yaitu kekuatan dan batas lendutan.
Memperkecil diameter tulangan boleh, tapi jumlahnya harus ditambah. :) Ujung-ujungnya ya sama saja.
Kalau mau konstruksi yang ekonomis biasanya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya besi tulangan. Tipe struktur juga biasanya menentukan. Misalnya struktur konvensional (balok-kolom) versus tipe flat slab (tanpa balok). Untuk bangunan tertentu, flat slab bisa jadi lebih murah. Walaupun volume betonnya lebih banyak (karena pelatnya lebih tebal). Tapi dari segi volume bekisting dan proses pengerjaan relatif lebih cepat daripada sistem balok-kolom.
Penggunaan precast juga kadang menguntungkan. Walaupun material relatif lebih mahal, tapi waktu pengerjaannya sangat cepat. Otomatis bisa menghemat biaya upah pekerja.
Jadi, intinya untuk struktur yang ekonomis tidak hanya ditentukan oleh volume materialnya, tapi juga metode konstruksinya.
Tapi… (ada tapinya). Untuk konstruksi skala menengah ke bawah, memang hampir selalu material yang menentukan biaya konstruksi.
Oiya, untuk pembebanan, bangunan 3 lantai untuk apa ya? Kalau itu rumah, beban hidupnya cukup 200 kg/m2. Kalau perkantoran atau sekolah, minimal 250 kg/m2. Kalau lapangan futsal, minimal 400 kg/m2. Tidak lama lagi kami akan menerbitkan CheatSheet versi pembebanan struktur. :)
Tips: Dinding bata merah adalah partisi yang cukup berat. Jika diganti dengan yang lebih ringan (misalnya jenis beton aerasi), besi tulangan yang dibutuhkan juga bisa dikurangi.
cmiiw[]
NUR'
pa saya mua tanx..
1). untuk nilai K175 dkonfersikan ke fc’ =…? apakah bnar 13,5343 Mpa.. dan lho dipakai 15 MPa bagaimana.??
2). sayakn dah memperoleh prhitungan yaitu nilai pro (p) untuk As1, pro minimum = 0,0058, pro maks 0,0218.. dan nalai pro yg didapat adalah 0,080.. (0,00580,0218) dan untuk As2 pro minimum = 0,0058, pro maks 0,0218.. dan nalai pro yg didapat adalah 0,016.. (0,0058<0,0160<0,0218)??
3). sayakn dah memperoleh prhitungan yaitu nilai pro (p) untuk As1, pro minimum = 0,0058, pro maks 0,0218.. dan nalai pro yg didapat adalah 0,080.. (0,00580,0218) dan untuk As2 pro minimum = 0,0058, pro maks 0,0218.. dan nalai pro yg didapat adalah 0,0009.. (0,0058>0,0009<0,0218)??
syaratkan : (pro min< pro <pro max)
maf pa yg datas ad yg salah.. (coment 6 dan 7)
NUR'
duh maf nilainx ni ga bs drubah dari coment 8 …(0,0058>0,0800>0,0218)